Pemupukan yang tepat bagi tanaman padi

Untuk memahami pemupukan yang tepat  bagi tanaman padi, kita harus mengetahui umur tanaman padi terlebih dahulu. Sekarang ini banyak varietas padi yang beredar dipasaran setelah di seleksi dan diawasi peredarannya oleh pihak pemerintah. Contoh, Inpari 10 berumur 108-116 hari dan Inpari 13 berumur 103 hari. Tetapi untuk padi ciherang dan IR 64 umumnya berumur 115-125 hari. Dengan melihat hal tersebut, kita akan kesulitan untuk menentukan kapan waktu pemupukan yang tepat bagi keduanya. Oleh karena itu, untuk menentukan kapan tanaman padi dipupuk perlu dilihat terlebih dahulu fase tumbuhnya tanaman padi. Sebagai contoh kita menanam padi ciherang yang berumur 115 – 125 hari. Biasanya pembagian fase-fase adalah: Fase persemaian 20 hari sesudah tanah (hst), fase vegetatif 35 hst, fase generatif reproduktif 36-65 hst, dan fase generatif pematangan 66-100 hst. Pupuk dasar diberikan sebelum tanam dengan takaran Petroganik 500 kg, PHONSKA 300 kg, dan Urea 200 kg per hektar.

Waktu bibit padi pindah tanam, bibit padi memerlukan waktu sekitar 8-12 hst atau rata-rata 10 hst untuk dapat memperkokoh perakaran. Saat inilah, sebaiknya proses pemupukan pertama dilakukan. Sebab pada saat itu daun dan akar tanaman padi sudah mulai berkembang. Dengan demikian akan maksimal menyerap unsur hara.

Jangan diberikan pupuk pada waktu 0-5 hst, sebab daun dan akar tanaman padi belum berkembang dan masih dalam  kondisi stres. Artinya akar belum siap menerima pupuk. Bila kita berikan akan sia-sia, apalagi kita berikan pupuk urea dalam jumlah yang tinggi.  Sebab pupuk urea mudah menguap dan bersifat higroskopis. Pada waktu pemberian sebaiknya memperhatikan kondisi air. Sebaiknya sewaktu pemberian pupuk, saat kondisi air lagi macak-macak.

– PUPUK SUSULAN KE-1 .

Diberikan sekitar pekan ke 3  ( sekitar 21-25 hst )ditandai setelah para petani melakukan pengoyosan, saat inilah pemupukan dilakukan. Sewaktu pengoyosan dilakukan maka akar tanaman padi akan putus. Dengan putusnya akar, tanaman akan membentuk anakan baru.  Pada kondisi ini seperti ini, tanaman dapat maksimal penyerap unsur hara yang diberikan. Dengan demikian, tanaman padi akan menghasilkan jumlah anakan yang maksimal ke depannya.

– PUPUK SUSULAN KE-2.

Diberikan sekitar umur tanaman mencapai pekan ke 5 ( sekitar 30-40 hst ). Masa ini adalah peralihan dari fase vegetatif ke generatif. Dalam kondisi ini tanaman sedang membutuhkan nutrisi yang tinggi. Hal ini ditandai dengan keluarnya daun bendera atau padi bunting. Artinya malai padi akan segera keluar. Pada umur tersebut adalah saat yang tepat pemupukan tahap ke 3 diberikan. Dengan demikian, tanaman padi akan menghasilkan malai yang optimal.

Jadi bila kita ingin melakukan pemupukan tanaman padi, lihatlah 3 kondisi yang sudah sebutkan di atas. Saat itulah kondisi tanaman padi akan maksimal menyerap unsur hara yang kita berikan. Dan hasilnya, kita sebagai petani akan puas memanennya sambil tersenyum.

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer