Aplikasi Pemupukan Berimbang pada Padi

Pupuk petroganik juga bisa diaplikasikan pada proses pemupukan berimbang terutama tanaman padi. Fungsi dari proses pengaplikasian pemupukan berimbang ini adalah agar tanaman padi lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Karena seperti yang kita ketahui tanaman padi sangatlah rentan terhadap serangan penyakit apabila tidak diberikan nutrisi dan pupuk yang cukup. Pemupukan berimbang pada tanaman padi bisa dilakukan dengan cara pengombinasian antara pupuk petroganik, pupuk phonska, dan pupuk urea dengan menggunakan metode 5-3-2.

Metode pemupukan berimbang ini bertujuan agar tanaman padi tahan terhadap serangan hama, daun yang lebih hijau, dan tanaman yang tidak mudah rebah karena efek dari kokohnya akar. Diharapkan ketika panen hasil gabah yang dihasilkan dari tanaman padi ini bisa melimpah ruah, sehingga kebutuhan beras dalam negeri bisa tercukupi dengan baik. Karena akhir-akhir ini negara kita indonesia kekurangan akan beras akibat banyaknya petani yang mengalami gagal panen. Akibat kurangnya pengetahuan tentang bagaimana menangkal serangan hama dan penyakit pada padi. Berikut detail ulasan pengaplikasian pemupukan berimbang pada tanaman padi dengan menggunakan metode 5-3-2.

Penjabaran Cara Mengaplikasikan Pemupukan Berimbang pada Padi

Pada tanaman padi, pengolahan tanah sebelum dilakukan pindah tanam mutlak perlu dilakukan, dimana pengolahan tanah dibagi dalam 2 tahap. Pada pengolahan tanah tahap I, dilakukan 30 hari setelah tanam dengan cara dibajak sedalam 20-25 cm. Pengolahan tanah II, dilakukan 15 hari sebelum tanam dengan cara dibajak berlawanan arah dari pengolahan tanah I. Disamping itu juga dilakukan perbaikan saluran air dan pematang, guna membongkar sarang tikus dan pengendalian gulma di sepanjang pematang.

Pupuk untuk padi menggunakan dosis 500 kg Petroganik, 300 kg PHONSKA dan 200 kg Urea untuk tiap hektarnya. Sebelum aplikasi pemupukan dasar dilakukan, tanah dibuat macak-macak dan pintu air ditutup. Setelah itu tebarkan merata 500 kg Petroganik, 150 kg PHONSKA dan 50 kg Urea. Pupuk Susulan I diberikan ketika padi berumur antara 15-20 HST (hari setelah tanam), dengan dosis 150 kg PHONSKA dan 50 kg Urea untuk tiap hektarnya.

Pemberian pupuk susulan sebaiknya dilakukan setelah daun tanaman kering (tidak ada embun yang menempel pada daun), agar pupuk tidak menempel dan menyebabkan kerusakan pada daun tanaman. Jarak tanam bisa 20 x 20 cm dengan jumlah populasi 250.000 rumpun per hektar atau untuk mencapai hasil yang maksimal, bisa menggunakan jarak tanam Jajar Legowo 10 x 20 x 40 cm atau populasi 333.333 rumpun per hektar. Tiap rumpun idealnya ditanam 1-3 bibit.

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer