Memadukan Pupuk Organik dengan Pupuk Kimia

Memadukan pupuk organik dengan pupuk kimia bisa dilakukan dengan cara mencampur dengan kadar 70% untuk pupuk organik dan kadar 30% untuk pupuk kimia. Sebaiknya jangan terlalu berlebihan dalam penggunaan pupuk kimia. Hal ini bisa menjadi malapetaka atau kekhawatiran karena pupuk kimia diserap oleh tanah dan tanaman, kemudian tanaman tersebut dikonsumsi oleh manusia. Pastinya sangat berbahaya jika bahan kimia masuk kedalam tubuh.

Dilihat dari kandungannya, pupuk organik memiliki kandungan nutrisi yang lebih lengkap baik secar makro maupun mikro. Namun takarannya sedikit dan komposisinya tidak pasti. Setiap pupuk organik mempunyai kandungan nutrisi dengan komposisi yang berbeda-beda. Sedangkan pupuk kimia sintetis hanya memiliki beberapa kandungan nutrisi saja, namun jumlahnya banyak dan komposisinya pasti. Misalnya, Urea banyak mengandung unsur nitrogen (N) dalam jumlah yang cukup tapi tidak memiliki zat nutrisi lainnya.

Penyerapan nutrisi  atau zat hara pada pupuk organik lebih sulit dicerna tanaman karena masih tersimpan dalam ikatan kompleks. Namun secara jangka panjang akan meningkatkan kapasitas tukar kation tanah yang bisa memudahkan tanaman menyerap unsur-unsur tadi. Sedangkan pada pupuk kimia sintetis kandungan haranya bisa diserap langsung oleh tanaman. Kelemahannya, zat hara tersebut sangat mudah hilang dari tanah karena erosi. Disarankan penggunaan untuk pupuk kimia lebih sedikit daripada pupuk organik, karena mengapa kandungan unsur hara dalam pupuk organik bisa bertahan lama dan menambah kesuburan pada tanah.

Pupuk organik baik untuk digunakan dalam jangka panjang karena sifatnya menggemburkan tanah dan meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air. Sehingga kesuburan tanah tetap terjaga. Sementara itu pupuk kimia sintetis walaupun efek reaksinya cepat, secara jangka panjang akan mengeraskan tanah dan mengurangi kesuburannya. Selain itu juga pupuk organik terbuat dari bahan-bahan organik yang cepat menyatu dengan tanah. Beda sekali dengan pupuk kimia yang terbuat dari beberapa campuran bahan kimia. Pupuk dari bahan kimia juga berbahaya bagi tanaman, karena bahan kimia dalam pupuk bisa merusak sistem metabolisme pada tumbuhan.

Dari sisi lingkungan dan ekosistem, pupuk organik memicu perkembangan organisme tanah. Tanah yang kaya akan organisme sanggup memberikan nutrisi secara berkelanjutan. Karena aktivitas organisme tanah akan menguraikan sejumlah nutrisi penting bagi tanaman. Sedangkan pupuk kimia sintetis malah membunuh organisme tanah. Sehingga untuk menyediakan nutrisi bagi tanaman selalu diperlukan penambahan pupuk dalam jumlah yang terus meningkat. Dilihat dari sisi kesehatan, pupuk organik lebih menyehatkan bagi manusia karena tersusun dari bahan-bahan organik yang sama dengan tubuh manusia. Pupuk kimia sangatlah berbahaya bagi tubuh manusia apabila masuk dalam tubuh manusia dalam jangka waktu yang lama. Efek samping inilah yang terkadang tidak diketahui oleh kebanyakan petani. Mereka terus mengejar untung padahal efek samping yang timbul sangatlah berbahaya bagi tubuh. Efek jangka panjang ini bisa memuncul bahaya penyakit seperti kanker, rusaknya fungsi hati dan ginjal dan juga bisa merusak lambung.

Melihat fakta tersebut maka pilihan terbaik adalah memadukan kedua jenis pupuk secara tepat sesuai kebutuhan. Keduanya saling melengkapi dan mendukung untuk memperoleh hasil panen yang melimpah dan berkelanjutan.

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer