Peran Petroganik Dalam Peningkatan Ketahanan Pangan

 

Peran petrogani dalam peningkatan ketahanan pangan hal ini bisa dilihat ketika ada panen raya. Hal itu diungkapkan dalam sambutannya pada panen raya Kampung Petroganik di Desa Kepuhkajang, Kecamatan Perak, Jombang. (4/11/2015). Lebih jauh dia mengatakan bahwa dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat dan luas lahan semakin sempit, dibutuhkan strategi untuk meningkatkan produksi panen. Salah satunya adalah dengan pemupukan berimbang seperti yang diformulasikan oleh Petrokimia Gresik, dan dikenal dengan 5:3:2. “Dalam kondisi kemarau panjang seperti saat ini di lapangan masih ada panen cukup luas, produksi padi sangat bagus karena digunakan pemupukan berimbang antara pupuk organik dan pupuk non organik, ” jelasnya. Menurut Hasil Sembiring, dengan tanpa Petroganik, mungkin panen bisa tetap tinggi, tapi kondisi ini tidak bisa berlangsung lama. Sebab panen pada musim tanam berikutnya berpotensi mengalami penurunan. Hal ini tidak lepas dari semakin menurunnya kandungan bahan organik tanah. “Komposisi 5:3:2 yang sudah dibangun oleh Petrokimia Gresik adalah kombinasi yang sangat bagus dan mudah diingat. Dan yang lebih penting lagi sudah terbukti, seperti pada panen padi kali ini yang bisa mencapai lebih dari 10 ton per hektar,” ungkapnya.

Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Hidayat Nyakman menjelaskan bahwa 5:3:2 adalah, rumus pemupukan berimbang pada padi, dengan 500 kg Petroganik, 300 kg PHONSKA dan 200 kg Urea per hektar. Dengan komposisi tersebut terbukti mampu meningkatkan hasil panen. Hal ini sudah dibuktikan oleh para petani yang sudah mempraktekkan, dan demplot yang dilakukan Petrokimia Gresik. “Dari hasil demplot sejak tahun 2011 hingga 2015 pada 6.945 titik di seluruh Indonesia, terbukti bisa meningkatkan panen padi sebesar 10-20 % per hektar,” katanya. Hidayat mengatakan bahwa Petrokimia Gresik ikut bertanggungjawab untuk meningkatkan produksi panen, dengan menciptakan pupuk yang berkualitas. Dan dengan Kampung Petroganik yang dimotori oleh Mitra Produksi Petroganik dan distributor Petrokimia Gresik, diharapkan kesadaran petani akan pentingnya pupuk organik akan semakin meningkat. Kampung Petroganik di Desa Kepuhkajang merupakan episode berikutnya dari Kampung Petroganik di Desa Dayu, Kecamatan Purwoasri, Kediri, yang panen rayanya dilakukan pada 1 Maret 2015.

Terbentuknya Kampung Petroganik di Desa Kepuhkajang, tidak lepas dari kepedulian 8 pengusaha yang menjadi rekanan Petrokimia Gresik. Kedelapan pengusaha tersebut (5 Mitra Produksi Petroganik dan 3 distributor pupuk PT Petrokimia Gresik), merasa ikut bertanggungjawab pada peningkatan produksi padi di wilayah kerja mereka. Direktur CV Daun Thekker Herry Soetanto yang menjadi kooordinator Kampung Petroganik, mengatakan bahwa dia dan 7 pengusaha lainnya merasa puas. Dengan program ini mampu menghasilkan panen rata-rata 10 ton per hektar. “Ada peningkatan 3 ton dari sebelumnya yang hanya 7 ton per hektar. Hal ini tidak lepas dari kerjasama berbagai pihak, mulai petani penggarap, PPL, Petrosida dan Petrokimia Gresik,” paparnya. Dengan pemupukan 5:3:2 yang bisa meningkatkan hasil panen, utamanya pada penggunaan Petroganik, menarik minat petani lainnya untuk menerapkan pola pemupukan yang sama. Pada pelaksanaan panen raya yang melibatkan Angota DPR RI Mindo Sianipar dan Bupati Jombang Suharli Wihandoko beserta jajaran Forpimda tersebut, dihadiri lebih dari 600 undangan. Mayoritas undangan yang hadir adalah wakil petani dari berbagai kecamatan di Kabupaten Jombang, staf dinas pertanian dan badan penyuluh.

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer